Teknologi

AI Mulai Direm? Altman Tunda IPO OpenAI, Amodei Serukan Hati-hati

👁️ Dilihat: 238 kali • 📅 Dipublikasikan: 30-11--0001 00:00 WIB
⏱️ Menghitung durasi rilis...
AI Mulai Direm? Altman Tunda IPO OpenAI, Amodei Serukan Hati-hati
INFORLX, Jakarta — Perkembangan kecerdasan buatan (AI) memasuki fase baru setelah dua tokoh penting di industri tersebut menyerukan agar laju pengembangan teknologi AI lebih berhati-hati. CEO OpenAI Sam Altman memastikan perusahaan tidak akan melakukan penawaran saham perdana atau IPO pada 2026, sementara CEO Anthropic Dario Amodei meminta industri memperlambat pengembangan model AI demi mengejar ketertinggalan sistem keamanan.

Keputusan Altman menjadi perhatian besar karena IPO OpenAI sebelumnya dipandang sebagai salah satu calon penawaran saham teknologi terbesar. Namun, Altman menilai kondisi saat ini belum tepat untuk membawa OpenAI ke pasar saham karena masih banyak pekerjaan terkait AI safety dan alignment yang harus diselesaikan.

Altman: IPO OpenAI Tidak Akan Digelar pada 2026

Dalam wawancara dengan Fortune, Altman menyatakan OpenAI tidak terburu-buru untuk menjadi perusahaan publik. Ia menilai melakukan IPO dalam situasi saat ini justru bukan langkah yang tepat.

Altman menegaskan bahwa 2026 sudah tidak menjadi target IPO OpenAI. Menurutnya, perusahaan masih perlu memastikan kesiapan teknologi sekaligus membangun sistem keamanan yang mampu menghadapi perkembangan AI yang semakin cepat.

Sebelumnya, OpenAI disebut berpotensi memiliki valuasi hingga sekitar US$1 triliun apabila melantai di bursa. Penundaan tersebut membuat investor harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan kesempatan membeli saham perusahaan pembuat ChatGPT tersebut.

Dario Amodei Minta Pengembangan AI Diperlambat

Di sisi lain, CEO Anthropic Dario Amodei juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kecepatan perkembangan AI. Ia menyerukan agar perusahaan teknologi memberikan waktu bagi sistem keamanan untuk mengejar kemampuan model yang terus meningkat.

Amodei bahkan memperingatkan bahwa dalam enam hingga 12 bulan, AI berpotensi menjadi jauh lebih mampu menjalankan agen secara terkoordinasi dan melakukan aktivitas berbahaya apabila pengembangannya tidak diimbangi dengan pengamanan yang memadai.

Ia mendorong keterlibatan evaluator independen serta kerja sama yang lebih luas antara perusahaan teknologi dan pemerintah untuk mengantisipasi risiko AI generasi berikutnya.

Altman Justru Sependapat dengan Amodei

Meski OpenAI dan Anthropic merupakan dua pesaing utama dalam perlombaan AI, pandangan kedua CEO tersebut kini semakin berdekatan.

Altman menyatakan dirinya setuju bahwa perkembangan teknologi AI perlu mendapatkan ritme yang lebih terukur. OpenAI juga disebut tengah membahas kemungkinan melakukan jeda pada pengembangan teknologi tertentu apabila diperlukan untuk memastikan aspek keamanan dan alignment tetap memadai.

Perubahan sikap tersebut menunjukkan bahwa persaingan AI kini tidak hanya berkaitan dengan siapa yang mampu menghasilkan model paling canggih, tetapi juga siapa yang mampu memastikan teknologi tersebut tetap dapat dikendalikan.

Pasar Mulai Merespons Kekhawatiran AI

Seruan untuk memperlambat pengembangan AI turut memengaruhi sentimen investor. Saham-saham yang berkaitan dengan AI dan infrastruktur komputasi mengalami tekanan setelah kekhawatiran mengenai prospek pertumbuhan industri kembali mencuat. Reuters melaporkan saham teknologi AI di sejumlah pasar global melemah pada Senin setelah pernyataan dari Amodei, Altman, dan tokoh AI lainnya.

Bagi investor, persoalannya bukan semata-mata apakah pengembangan AI akan berhenti, melainkan apakah perusahaan teknologi akan mengurangi kecepatan investasi dan pembangunan infrastruktur AI untuk memberikan ruang bagi pengembangan sistem keamanan.

Apakah Ini Awal Perlambatan Industri AI?

Belum dapat dipastikan apakah langkah OpenAI dan pernyataan Amodei akan menghasilkan perlambatan nyata di seluruh industri. Persaingan antara perusahaan AI, termasuk OpenAI, Anthropic, dan perusahaan teknologi lainnya, masih sangat ketat.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan adanya perubahan penting dalam pembicaraan mengenai AI. Keselamatan, pengendalian, dan regulasi mulai ditempatkan sejajar dengan kemampuan teknologi dan keuntungan bisnis.

Inforlx akan terus menghadirkan informasi terbaru seputar perkembangan AI, teknologi digital, bisnis, dan industri teknologi global.
← Kembali ke Beranda