Harga Emas Masih Konsolidasi, Pasar Menanti Keputusan Bank Sentral
Harga emas (XAU/USD) masih bergerak dalam pola konsolidasi menjelang pembukaan sesi Eropa pada Senin. Logam mulia ini tetap bertahan di atas level US$4.300 per troy ounce, sementara para pelaku pasar memilih menunggu sejumlah agenda penting bank sentral sebelum mengambil posisi baru.
Perhatian utama pasar tertuju pada keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed), Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BoJ) yang masing-masing dijadwalkan berlangsung pada Rabu, Kamis, dan Jumat. Ekspektasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat semakin menguat, terutama di tengah ancaman inflasi akibat kenaikan harga minyak. Kondisi tersebut menjadi tekanan tambahan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Di pasar energi, harga minyak mentah masih berada di dekat level tertingginya sejak 21 Mei yang tercapai pada Jumat lalu. Ketegangan di Timur Tengah serta meningkatnya risiko di sekitar Selat Hormuz menjadi faktor utama yang menjaga harga minyak tetap tinggi.
Situasi geopolitik kembali memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengklaim telah melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal terhadap sebuah pangkalan militer di wilayah selatan Arab Saudi. Di sisi lain, pertemuan regional antara negara-negara Teluk dan Iran yang sebelumnya direncanakan untuk membahas situasi Selat Hormuz juga mengalami penundaan. Perkembangan tersebut membuat premi risiko geopolitik tetap tinggi dan memberikan dukungan terhadap harga minyak.
Tekanan terhadap emas juga datang dari data inflasi Amerika Serikat yang dirilis pekan lalu. Data tersebut menunjukkan bahwa tekanan inflasi di tingkat produsen maupun konsumen masih cukup kuat sepanjang Agustus. Kondisi ini membuat pasar semakin memperkirakan bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga dalam pertemuan kebijakan berikutnya.
Berdasarkan CME Group FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas lebih dari 85% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga setelah menyelesaikan pertemuan kebijakan selama dua hari pada Rabu.
Ekspektasi tersebut meningkat setelah rilis data Indeks Harga Produsen (PPI) dan Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang menunjukkan bahwa inflasi masih bertahan di level tinggi. Kombinasi antara prospek suku bunga yang lebih tinggi dan ketidakpastian geopolitik turut mendorong permintaan terhadap Dolar AS (USD), yang kembali mendekati level tertinggi dalam satu pekan seperti yang tercatat pada Jumat.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan emas masih menghadapi sejumlah tekanan. Penguatan USD dan meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat membuat prospek XAU/USD untuk saat ini cenderung masih berada di bawah tekanan.
Ekonomi
← Kembali ke Beranda